Tuliskan dan Jaga Impianmu


Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Memang benar, apa yang kau pikirkan, apa yang kau rasakan, akan lebih tenang dan lebih nyaman jika kau ungkapkan. Namun jika terlalu sulit untuk memerintahkan lidah dan bibir bersatu melantunkan kata, maka goresan pena pun dapat menjadi perwakilan hati, ungkapan rasa, dan asa atau pun lewat tarian jemarimu di atas keyboard komputer, laptop, atau note book mu, semua terserah dirimu, dan luapkanlah semua rasa, asa, keinginan, keluh kesah, suka, duka, nestapa, sepi, rindu, haru, riang gembira, dan semua warna-warni  yang telah dan pernah tergores dalam jiwa mu. Itu pasti akan lebih baik. Percayalah.

Seperti yang sedang aku lakukan sekarang ini.

Duduk sendiri di atas tempat tidur yang selalu setia menopang tubuhku, tak pernah marah walau ku injak, dan ku pukul sekali pun. Ditemani berbagi pernakpernik ruangan ini, gitar ku yang senantiasa menemani tidurku, mengisi tempat kosong di kasur ini, kadang dia terbaring di sebelah kananku, kadang dia terbaring di sebelah kiriku, dan pastinya dia kan melantunkan nada-nada indah perwakilan hati, jika jemari ku telah memilih kata “sepakat” dengan senar gitar ini. Ada juga buku-buku kesayanganku, yang tersusun rapi di rak buku samping kiri tempat tidur ini. Buku-buku itu dengan ramahnya memanggilku untuk membaca tiap lembarannya, menggoda ku untuk melahap tiap baris tulisan dan kata-kata yang terpapar di dalamnya, entah itu barisan angka-angka dalam buku pelajaran matematika ku, berbaris-baris kalimat dalam buku bacaan ku, dan berbagain macam alur dan latar peristiwa yang tergambarkan dalam buku-buku novelku yang terkadang membuat ku terenyuh dan terbawa dalam suasana yang di gambarkan oleh sang pengarang. Ada juga speaker di pojok kamarku, yang berdiri gagah di lantai, yang senantiasa mempertajam suara dan suasana yang membuaiku dalam pantulan nada pada dinding kamar ini.  Ada juga juga berbagai macam rubik yang sekali-sekali aku putar, melatih jemari ini memainkannya, menyama ratakan tiap gradasi warna pada tiap sisinya. Itulah teman-teman setia ku dalam hari-hari libur ini. Aku suka suasana ini, aku suka kamar ini, karena aku memang labih suka berdiam diri di kamar, sibuk dengan teman setiaku, ketimbang, bermain keluyuran hilir mudik ke sana ke mari tak jelas arah dan tujuan. Aku lebih senang di sini, mengembang kan ilmu dan hobbyku, bermain gitar, membuat syair lagu yang entah itu indah atau pun tidak, yang pasti adalah hasil karya ku dan buah pemikiran ku, dan aku bangga akan itu, menjelajahi dunia lewat layar laptopku, dan merenungi misi hidup dan cita-cita ku.

Tapi ingat, hidup tak hanya sebatas tembok kamarmu, atau pun sebatas tembok rumah tempat dirimu berlindung dari panas dan dinginnya hari. Tapi hidup ini luas, teramat luas. Jangan lah kau hidup di bawah angan-angan kecil dunia mu. Jangan kau puas dengan teman setia yang menemani mu selalu dalam ruang lelahmu. Ingat! Dirimu hidup, butuh teman yang hidup, butuh seseorang peneman hidup, butuh orang yang benar mampu membuat mu merasakan hidup, menikmati hidup, setia menemanimu melangkah dalam meniti tiap tapak kehidupan yang telah tergoreskan sejak awal dirimu merasakan udara bumi ini. Dirimu butuh teman, dirimu butuh sahabat, dirimu butuh tempat berbagi, dirimu butuh relasi, dirimu butuh orang lain untuk membuat impian mu berubah menjadi nyata, untuk menggapai bahagia yang sesungguhnya, orang itu bisa keluargamu, kekasihmu, sahabatmu, teman dekat mu, teman jauhmu, guru-gurumu, mamang bakso yang sering lewat depan rumah mu, peminta-minta yang engkau berikan uang tempo hari, atau pun orang yang tak pernah engkau kenali sekali pun.  Percaya atau tidak mereka akan mampu mempengaruhi sedikit banyak  langkah mu dalam hidup ini, entah dari bicara mereka, pola pikir mereka, tingkah laku mereka, kebiasaan mereka, pekerjaan mereka, atau apa pun itu, orang lain adalah suatu kebutuhan yang mutlak dalam kehidupan ini.

Kawan…

Kita tak bisa hidup sendiri…

Kita tak boleh terlalu larut dalam pahitnya kegagalan, kerasnya cobaan, atau pun getirnya kehidupan.

Kita adalah makhluk yang kuat.

Kerasnya cobaan hidup dan kegagalan adalah ujian untuk menaikkan kelas dan tingkatanmu, bukan kah untuk naik kelas kita harus mengikuti ujian terlebih dahulu kawan?

Jika letih, istirahatlah sejenak, pejamkan matamu, renungkan langkah berikutnya, yang baik untuk dirimu.

Tegakkan dagu mu, tatap masa depan, tanamkam tujuan mu, impian mu di dalam jiwamu, siapkan langkahmu kembali, cukupkan istirahatmu, bergegaslah, dan lanjutkan perjalanan impianmu. Yakinlah, yakinlah kawan. Di mana ada kemauan, di sana kan terbukalah jalan. Tapi ingat! Sabar mu tetap lah menjadi obat peneduh hati yang paling mujarab. Karena kita tak tahu seberapa jauh jarak perjalanan impian mu, sejengkal kah? Satu meterkah? Berpuluh-puluh kilometer? Atau mungkin ribuan kilometer? Kesabaranlah yang akan memperpendek jarak kesuksesan itu, jangan berputus asa. Ikhlas mu adalah teman yang paling baik dan ampuh dalam letihmu, dan optimismu adalah saudara yang paling kau butuhkan dalam melanjutkan langkah-langkah impian mu.

Tersenyumlah kawanku.

Karena senyummu akan memberikanmu kekuatan untuk menatap hidup yang lebih gemilang, yang akan menguatkan mu untuk melangkah.

 Jelajahi tiap hasta bumi ini, perkaya pengalamanmu, jangan pernah puas dengan apa yang dirimu dapat kan sekarang, dan jangan pula kau jadikan dirimu merugi karena larut dalam kesedihan hati, bersemangatlah, karena dunia kan terus berputar, masih ada hari esok yang memberikan harapan indah untuk impian mu. Hari ini boleh gagal, tapi buktikan pada dunia bahwa aku, dirimu, dan kita mampu menggapai impian dan cita-cita yang kita inginkan, kesuksesan. Kesuksesan dimatamu, di mataku, di mata orang-orang sekitar mu, dan di mata Rabb mu.

Kawan.

Gapai impian mu,..

Sekarang, kepalkan tanganmu, pejamkan matamu, dan yakinlah dirimu mampu. Ucapkan dalam hatimu semua impian mu, dan berjanjilah selama nafas berhembus, engkau akan berusaha menggapai impian mu itu, bermimpilah, dan gapailah.

Kawan…

Tuhan kan memeluk mimpi mu, dan tanpa kau sadari, alam pun memberikan kekuatannya padamu.

Percayalah, percayalah kawan.

Jaga impianmu.

“veni, vidi vici”

Saya datang, saya melihat, dan saya taklukkan.

*Untuk diriku

*Untuk semua teman-temanku

*Untuk semua orang yang mempunyai harapan dan tujuan dalam hidupnya

*Untuk orang yang aku sayangi

*Untuk alam ini, dan siapapun itu

***Muhammad Ichsan***

14062011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s