Semua Berawal dari Sini


Oleh: Muhammad Ichsan

Saat satu langkah terasa begitu berarti

Saat nafas terbata, dan desah nafas semakin sesak terasa

Saat degup jantung bagai darap lankah kaki kuda yang memburu dengan kencangnya

Saat tiap tetesan keringat membanjiri sekujur tubuh dengan peluh

Saat wajah ditampar, disapa, dan dibelai dengan hembusan angin yang perlahan menjadi dingin

Saat waktu berjalan lebih cepat

Saat kebersamaan terasa semakin erat

Saat langkah kaki semakin gontai yang kian lama kian melambat

Walau letih, walau tertatih

Semangat ini akan terus membara, terus, lagi, dan lagi, tanpa henti dalam tiap penjagaanya

Aku yang mendadak puitis dalam suasana yang terasa romantis

Disapa hangatnya sang fajar

Dibawah langit biru, diatas kapas putih ini yang membentang luas bagai lautan

Menghamparkan keindahannya, memaparkan keagungan-Nya

Tiap derap langkah ini

Tiap desah nafas ini

Tiap peluh keringat ini

Tiap erat cengkramana ini

Tiap kuatnya teriakan ini

Dalam beratnya beban ini

Mengajarkan, dan menjabarkan dengan rincinya, memaparkan sejelas-jelasnya

menjelaskan tentang arti “PERJUANGAN”

Kami yang bersama melangkah, yang kini berdiri gagah, dalam hati dan diri yang semakin merendah

Aku yang menyendiri sejenak, mencari hening, sunyinya hati, dan putihnya nurani

Menepi sejenak dari dunia yang angkuh yang bertopeng pura-pura dan kemunafikan ini

Aku yang hina, aku yang apa adanya. Kan terus melangkah dalam tiap harap ridho-Nya

Yaa… ini aku, dengan apa adanya diriku, dengan segala cacat dan kurangnya

Aku yang kan terus melangkah, aku yang kan terus berbenah

Kalian yang setia bersama ku dalam menemani langkah ini

Kalian yang setia bersama ku menjadi teman dalam sepi dan gundahnya hati

Semoga kita kan terus erat dalam ikatan kenangan dan kebersamaan

Ikatan yang lebih erat daripada pertalian darah dan apa pun

Terima kasih, terima kasih kawan

Aku sadar, semua belum berakhir

Sama sekali belum berakhir

Karena semua, berawal dari sini.

***

Dalam hembusan angin dingin, dibawah hangatnya mentari pagi

#TOP Merapi, G.Dempo 3173 mdpl, Sabtu, 27 September 2014 pukul: 08.10

Muhammad Ichsan 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s