Surat Untuk Dekan

Indralaya, Senin 20 Mei 2013

Kepada:

Dekan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.

di

    Tempat

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan Hormat

Bersama surat ini saya selaku mahasiswa Fakultas Teknik Univeritas Sriwijaya ingin menyampaikan beberapa patah kata, saran dan harapan saya untuk fakultas teknik ini. Sudah hampir dua tahun saya menjalani status sebagai seorang mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya ini. Selama dua tahun ini tiap perkembangan dan keadaan kian hari kian terasa, kian saya alami menjadi suatu rangkaian warna tersendiri dalam kehidupan kemahasiswaan saya. Mulai dari kegiatan kuliah yang padat, dosen dengan berbagai karakter mulai dari yang rajin datang mengajar hingga yang hanya sekali dua kali kelihatan, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, teman-teman dan segala hal di fakultas teknik ini, yang sudah menjadi suatu ciri tersendiri. Sebagai seorang mahasiswa fakultas teknik, suatu kebanggaan tersendiri untuk saya pribadi, karena tidak banyak orang yang mampu untuk duduk sebagai mahasiswa di fakultas teknik, khususnya Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya ini.

Dari tahun 1960 fakultas teknik ini berdiri. Tentunya, berbagai pasang surut keadaan pun kian datang silih berganti. Selama hampir 53 tahun usia fakultas teknik ini ada, telah banyak generasi penerus bangsa yang telah dihasilkan. Namun disini, saya tidak ingin berbicara banyak tentang sejarah fakultas teknik itu sendiri, tetapi lebih kepada harapan saya kepada fakultas ini. Sebagai seorang mahasiswa, sejatinya kewajiban kami adalah belajar dengan sebaik-baiknya. Belajar di sini tidak hanya kepada ilmu-ilmu teoritis dari Bapak-Ibu dosen ajarkan di dalam kelas. Tetapi, ilmu di sini sangat lah luas, mulai dari ilmu berbicara, berinteraksi, simpati, empati, kepekaan emosi yang sifatnya lebih kepada pengembangan mental intelektual yang sangat tidak kalah penting dengan ilmu-ilmu teoritis. Dan sayangnya, ilmu seperti ini tidak diadapatkan di dalam bangku kuliah, tetapi hanya mampu di dapatkan dari organisasi dan lingkungan yang mendukung. Melihat keadaan fakultas teknik sekarang ini seprtinya sedang terjangkit kepada virus apatis, yang kian hari semakin akut. Pola pikir mahasiswa yang kian berubah dari idealis ke over study oriented yang hanya kuliah untuk mendapatkan “nilai”, tanpa memperhatikan proses dan makna dari “nilai” yang didapatkan itu. Virus kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang) semakin merajalela. Budaya diskusi semakin minim, kelompok belajar semakin susah ditemukan, dan bentuk perhatian lembaga terhadap hal seperti ini pun seakan tidak ada. Jika hal ini terus terjadi, tak heran, jika jiwa-jiwa kritis para mahasiswa kian tumpul, dan kian sirna. Fungsi kontrol terhadap lembaga, yang dimiliki oleh mahasiswa pun seolah tidak berguna, padahal sejatinya mahasiswalah yang menjadi pioner utama dari sistem yang ada, yang disiapkan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

 Jika kita kaji lebih lanjut, hal ini tidak semata kesalahan pada mahasiswa, lembaga pun turut berperan dalam terciptanya pola pikir mahasiswa yang kian memburuk ini. Kurangnya wahana-wahana diskusi, kurangnya inisiatif dan rangsangan yang ada, serta kurangnya media dan fasilitas, menjadi masalah utama dalam terbentuknya pola pikir apatis di dalam diri mahasiswa fakultas teknik saat ini. alangkah lebih baiknya jika lahan-lahan kosong seperti di tengah gedung pengajaran fakultas teknik itu di bangun pondokan-pondokan, pandopo, atau mungkin berupa bangku-bangku dan meja-meja sebagai tempat bertukar pikirannya para mahasiswa dengan sesamanya atau pun dengan para dosen. Kelas-kelas pun hendaknya lebih difungsikan lagi, tidak hanya sebagai tempat belajar pada saat jam kuliah, tetapi lebih untuk tempat diskusi, rapat, atau sharing ilmu lainnya, tidak seperti sekarang yang selalu dikunci jika tidak digunakan. Jika memang keamanan dan kebersihan yang menjadi kendala, sudah sewajarnya petugas dikerahkan. Teknologi cctv pun perlu diterapkan. Bukan maksud untuk membanding-bandingkan, jika sekolah menengah atas saja telah menggunakan teknologi cctv, mengapa untuk universitas dan fakultas sebesar ini teknologi seperti itu tidak digunakan. Setidaknya berilah kepercayaan kepada mahasiswa untuk menjaga keadaan ruangan itu sebagai mana mestinya, bukan mengusir mahasiswa yang sedang diskusi, atau rapat di dalam kelas. Jika memang di dalam ruangan kelas tidak diperkenankan untuk digunakam selain pada jam kuliah, maka berikanlah kami tempat lain untuk bertukar pikiran dan berdiskusi. Jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa fakultas teknik yang jumlahnya sangat banyak, wahana diskusi seperti plaza fakultas teknik masih sangatlah tidak cukup. Alangkah indahnya jika fakultas teknik ini bisa aktif dan ramai hingga larut malam, bukan ramai oleh keributan dan kegiatan tak bermanfaat, tetapi ramai oleh atmosfer para pencari ilmu yang sedang berdiskusi, yang pemikirannya sedang hangat-hangatnya untuk berkembang dan ditempah, mengasah jiwa-jiwa kritis, ramai oleh kegiatan kemahasiswaan, berkreasi seluas-luasnya pada koridor-koridor yang telah ditetapkan tentunya. Dengan semakin berkembangnya budaya diskusi di fakultas teknik ini, maka sumber daya manusia pun semakin akan semakin kompeten seiring dengan berkembangnya pemikiran dan pengalaman yang silih berganti.

Ada beberapa hal lagi yang ingin saya sampaikan melalui surat ini. Mengenai fasilitas di fakultas teknik ini, diharapkan dapat benar-benar difungsikan sebagai mana mestinya, seperti LCD dan Air conditioner yang hanya terpampang nyata, tetapi sayang kurang berfungsi pada saat proses kegiatan belajar mengajar. Mengenai keamanan dan ketertiban untuk lebih ditingkatkan lagi, seperti parkiran kendaraan mahasiswa. Padahal awalnya programnya sudah bagus dengan memberikan kartu parkir dan mencatat setiap kendaraan yang masuk. Namun sekarang proses pencatatan itu sudah hampir tidak ada, hanya berupa pemberian kartu parkir. Jika memang terkendala pada proses manual, pada zaman yang sudah canggih ini, sistem komputerisasi dalam pendataan sudah selayaknya ada dan menjadi salah satu solusi untuk sitem keamanan pada sistem parkir di Fakultas Teknik Unsri.

Demikian surat ini saya tulis dengan penuh ketulusan dan harapan akan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya yang lebih baik lagi. Semoga apa yang saya sampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan oleh Bapak Dekan. Prestasi tentulah sama-sama menjadi harapan kita semua. Dengan peningkatan sumberdaya manusia prestasi tentu akan semakin gemilang, karena kekayaan utama dari suatu lembaga adalah sumber daya manusia yang ada di dalam lembaga itu sendiri. Mohon maaf apabila ada kata yang tidak berkenan di dalam surat ini. atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh

Kami mahasiswa, kami berpikir, kami bertindak, sesuai dengan nurani

Kami mahasiswa, yang mengharapkan nilai tapi lebih berharap tuk jadi manusia bernilai.

“Surat ini saya buat pada saat mengikuti lomba menulis surat untuk dekan pada saat engineering fair 2013 Universitas Sriwijaya , tapi sayang surat ini gagal tembus, jadi ga dikirim ke dekan. Yang ditulis dalam surat itu sih cuma unek-unek aja, dengan harapan bisa didengar, syukur-syukur bisa terealisasasikan.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s