Proses Erosi Sungai

Sistem sungai mengerosi bentang alam melalui tiga proses, yaitu (1) pemindahan regolith (lapisan fragmen batuan dan batuan yang tidak terkonsolidasi di permukaan bumi), (2) penggerusan (downcutting) kanal sungai melalui abrasi, dan (3) erosi kearah hulu (headward erosion)

            Proses pemindahan regolith merupakan proses sederhana yang penting yakni pengerosian yang memindahkan dan membawa tanah dan runtuhan batuan (rock debris) yang dihasilkan selama pelapukan. Bila materialnya mudah larut maka akan terbawa dengan proses pelarutan.

            Penggerusan merupakan proses erosi yang mendasar pada semua kanal sungai. Prosesnya disertai dengan abrasi bagian dasar kanal oleh pasir dan gravel ketika mengerus dalam air yang mengalir. Mineral abrasi seperti garnet, corundum atau quartz terseret sambil menggerus dan memotong batuan dengan kecepatan yang luar biasa (Gambar 8).

            Hal menarik dari penggerusan dasar kanal adalah aksi pengeboran oleh kerikil dan kerakal yang terperangkap dalam depresi dan pusaran arus. Pergerakan rotasional dari pasir, gravel dan bongkah seperti mengebor dan membuat lubang dalam yang dikenal sebagai potholes (Gambar 7.9).

 
Gambar 8. Pasir dan gravel dapat menjadi alat erosi dan berperan mengabrasi dengan kuat ketika tertransport oleh sungai.Grand Canyon,Arizona(Hamblin & Christiansen, 1995).  Gambar 9. Potholes adalah tererosinya dasar sungai oleh pasir, kerikil dan kerakal yang berotasi karena eddy’s current. Potholes dari tepi ke tepi sekitar 10 meter (Hamblin & Christiansen, 1995).

             Faktor penting lain dari penggerusan kanal sungai adalah migrasi kearah hulu (upstream migration) dari air terjun (waterfalls). Ketika kecepatan jatuhan air meningkat, maka turbulensi pada bagian dasar airterjun akan besar sehingga erosi cepat sekali pada dinding tebing dan akhirnya mampu membuat airterjun mundur kearah hulu (Gambar 10).

 

Gambar 10. Air terjun Niagara mengalami pemunduran kearah hulu. Hal ini terjadi sebagai aksi hidraulik yang memotong serpih di bagian bawah batugamping. Air terjun mengalami migrasi kearah hulu dengan kecepatan rata-rata 1,3 m/tahun (Hamblin & Christiansen, 1995).

Pada proses erosi dan evolusi lembah maka sungai mempunyai tendensi untuk mengerosi kearah hulu dan meningkatkan panjang lembah hingga mencapai divide. Erosi kearah hulu terjadi karena ada hubungan antara lembah dan lereng regional. Penambahan volume air dan kecepatan air kanal untuk mengerosi pada bagian hulu sungai lebih cepat kemudian mundur kearah dinding lembah. Dengan demikian, Bagian atas dari lembah menjadi bagian hulu yang diperluas.

Kadangkala erosi kearah hulu dari salah satu percabangan sungai dapat mencapai hulu dan memotong jalur tengah sungai lainnya. Proses ini disebut sebagai perompakan sungai (stream piracy) (lihat gambar 11.).

 

Sumber : Arsip pribadi di laptop saya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s