Mengenal Carabiner

Carabiner, sebuah alat yang tidak asing lagi bagi seorang pemanjat. Carabiner adalah alat yang digunakan sebagai pengait untuk mengaitkan tali ke hanger, tali ke tali atau tali ke harness. Pada intinya Carabiner sangat penting digunakan dalam pemanjatan yang digunakan untuk keamanan bagi Si Pemanjat.

www.belantaraindonesia.org

Secara definisi, Carabiner adalah lingkaran tertutup yang terbuat dari bahan alumunium Alloyyang terhubung dengan pin atau screw gate. Sebelum anda mengetahui jenis – jenis Carabiner, Anda harus mengetahui dan memahami tentang bagian – bagian dari Carabiner tersebut. Dibawah ini adalah salah satu contoh gambar dari bagian – bagian Carabiner yang dapat Anda lihat dan Anda cermati dengan baik.

www.belantaraindonesia.org

 

Secara umum, bagian – bagian Carabiner dapat dibedakan menjadi :
  • Gate
  • Frame Ujung Atas
  • Frame Ujung Bawah
  • Spine Frame

Jika dilihat dari bentuknya, Carabiner dapat dibedakan menjadi :

1. Carabiner Oval
Oval merupakan bentuk asli dari Carabiner, serbaguna walaupun tidak sekuat Carabiner dalam bentuk yang lain. Bentuk dari Carabiner Oval ini yaitu memiliki lekukan bagian atas dan lekukan bagian bawah yang sama sehingga beban yang diberikan pada Carabiner ini akan terpusat pada bagian tengah Carabiner dan pergeseran beban juga akan terbatas pada lekukanyang ada dibagian ini.

www.belantaraindonesia.org

2. Carabiner Bentuk D 
Carabiner bentuk ” D ” dirancang untuk menggeser beban yang diberikan oleh Carabiner ke arah Spine Frame, sisi carabiner ” D ” yang lurus dan jauh dari gerbang carabiner. Untuk Carabiner ” D “, sisi ini merupakan bagian yang terkuat untuk menahan beban dan sisi yang terdapat gerbang ( Gate ) merupakan bagian yang terlemah dari Carabiner tersebut. Carabiner ” D “ lebih kuat jika dibandingkan dengan Carabiner jenis oval dengan bahan dan ukuran yang sama.

www.belantaraindonesia.org

3. Carabiner Asymmetrical D 
Prinsip kerjanya sama dengan Carabiner ” D ” biasa, tetapi Carabiner ini memiliki bentuk yang salah satu ujungnya lebih kecil dibandingkan ujung yang lainnya yang gunanya untuk mengurangi berat dari Carabiner itu sendiri.

www.belantaraindonesia.org

Carabiner jenis ini biasanya memiliki gerbang ( Gate ) yang lebih besar jika dibandingkan dengan Carabiner jenis ” D ” biasa sehingga lebih mudah untuk meng-klik-nya. Tetapi Carabiner bentuk ini tidak memiliki luas lingkaran dalam yang lebih besar jika dibandingkan denganCarabiner ” D “ biasa atau Carabiner Oval dengan ukuran yang sama.

4. Carabiner Pear 
Carabiner bentuk ini biasanya digunakan untuk belay, dilengkapi dengan Screw Gate supaya lebih aman. Carabiner ini memiliki salah satu ujung yang sangat sempit dan ujung yang lain sangat luas. Tujuannya untuk ujung yang kecil adalah bagian yang akan dikaitkan ke harness belay dan bagian yang luas adalah bagian yang akan berhubungan dengan tali pemanjat.

www.belantaraindonesia.org

Bagian yang luas ini memberikan keleluasaan pada tali yang terhubung dengan pemanjat, sehingga memudahkan pada saat mengulur tali.

Berdasarkan pilihan bentuk Gerbang ( Gate ), Carabiner dapat dibedakan menjadi :

1. Carabiner dengan gerbang ( gate ) lurus
Sejauh ini, Carabiner dengan bentuk gerbang lurus adalah yang paling umum digunakan. Bentuk gerbang Carabiner jenis ini benar – benar lurus dari titik poros sampai ke ujung gerbang. Seperti jenis lainnya, Carabiner ini memiliki pegas pada poros gerbangnya yang mudah didorong saat dibuka dan kembali menutup secara otomatis saat dilepas.

www.belantaraindonesia.org

2. Carabiner Bent Gate
Carabiner Bent Gate memiliki bentuk gate ( gerbang ) yang melengkung sehingga lebih memudahkan pada saat akan dikaitkan dengan pengaman. Rancangan gate yang melengkung tidak terlalu berpengaruh kepada kekuatan ataupun berat Carabiner.

www.belantaraindonesia.org

Jika tidak digunakan dengan benar, kaitan Carabiner Bent Gate bisa saja terlepas dari tali. Seperti jenis peralatan climbing yang lain, tata cara penggunaan Carabiner Bent Gate harus benar – benar dipelajari untuk keamanan pada saat digunakan.

3. Locking Carabiner

Locking Carabiner mempunyai gerbang ( gate ) yang bisa dikunci pada kondisi tertutup sehingga memberikan pengamanan yang lebih dan mengantisipasi kecelakaan yang timbul akibat terbukanya gate Carabiner.
www.belantaraindonesia.org
Carabiner jenis ini harus selalu digunakan pada saat pengaman kita hanya bergantung pada satu Carabiner, seperti pada saat rapellingbelaying atau pada titik pengaman pertama ( jika mempunyai beberapa titik pengaman pada saat berada di tebing ). Locking carabiner bisa saja berbentuk oval, “D”, asymmetrical “D” atau pear.
4. Wire Gate Carabiner
Wire Gate Carabiner menggunakan lingkaran kawat dari bahan stainless steel untuk gate-nya. Lingkaran kawat ini mempunyai mekanisme tersendiri untuk putaran pada sumbunya, mengurangi berat carabiner secara keseluruhan dan mengurangi kebutuhan untuk komponentambahan seperti yang ditemukan pada Carabiner konvensional.
www.belantaraindonesia.org
 

Kebanyakan Carabiner Wire Gate ini tidak sekuat Carabiner konvensional. Gerbang Carabiner ini juga cenderung bergetar ketika mendapat beban kejut karena massa yang rendah dari kawat itu sendiri. src

Sumber : www.belantaraindonesia.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s